PhotoMath, Teknologi Terbaru Untuk Anda Yang Stres Mengerjakan Soal Matematika


Hari ini masih pusing tujuh keliling menjawab soal Matematika, ketinggalan jaman  Anda Bro... PhotoMath, sebuah aplikasi ponsel pintar yang sangat dapat diandalkan untuk Anda dalam mengerjakan soal Matematika. Anda hanya perlu mendownload aplikasinya secara gratis, mengarahkan kamera ponsel ke arah soal, lalu scan.

Aplikasi Siaga Banjir Jakarta, Berlaga Ditingkat Dunia


Mungkin sebentar lagi akan muncul sebuah teori yang menyatakan keburukan bisa menghasilkan kebaikan, tapi belum tentu kebaikan bisa menghasilkan keburukan.

Bagaimana tidak, Siaga Banjir adalah sebuah aplikasi karya anak bangsa yang terlahir akibat sering terjadinya bencana banjir yang sangat menyusahkan. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi peringatan dini yang diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir terhadap warga. Aplikasi tersebut dapat dijalankan oleh warga Jakarta untuk memantau ketinggian dan status pintu air yang berpengaruh terhadap Jakarta.

Mesin Waktu Telah Diciptakan, Namun Kali Ini Untuk Ke Masa Depan [I'ts Really]

Infokerssemua pasti pernah menonton film Doraemon... Yap, film serial kartun dengan tokoh robot kucing lucu ini telah ada, bahkan sejak Nenek buyut kita, film yang menceritakan tentang keseruan nobita yang selalu membuat repot Doraemon, dan salah satu mesin andalan punya Doraemon yang sering di pakai nobita adalah mesin waktu, mesin yang dapat membawa kita ke masa lalu.

7 Film Pertama Garapan Indonesia

Apa yang Anda pikirkan jika mendengar film buatan Indonesia ? Mungkin sebgaian besar akan mejawab " jelek, gak bermutu, sinetron". Tapi apa yang Anda pikirkan jika mendengar film karya Indonesia pertama di dunia ? kemungkinan besar yang terpikir oleh Anda adalah si hitam putih, jelek, bahkan bisu. Ingin tahu lebih jelasnya, simak aja info di bawah.  



1. Loetoeng Kasaroeng (1926)

Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. 

Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia

2. Eulis Atjih (1927)

Eulis Atjih (1927)
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria.

Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu.

Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin


3. Lily Van Java (1928)

Lily Van Java (1928)
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928.

Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film.

Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak.

Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.



4. Resia Boroboedoer (1928)

Resia Boroboedoer (1928)
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur).

Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.


5. Setangan Berloemoer Darah (1928)

Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.


6. Njai Dasima I (1929)

Njai Dasima I (1929)
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an.

Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia.

Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.


7. Darah dan Doa (1950)
Darah dan Doa (1950)

Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya

10 Orang Pertama Yang Mempunyai Akun Facebook






Foto Pertama Yang Diupload Ke Internet




Akhirnya tepat pada tanggal 18 Juli 1992, internet berhasil mencatat sejarah pemuatan foto pertama ke dalam jaringannya.  Foto ini merupakan gambar sebuah kelompok musik bertema parodi bernama Les Horribles Cernettes. Semua anggota kelompok musik ini perempuan, dan mereka menyebut dirinya sebagai "satu-satunya band rock energi tinggi" .



Belajar Itu Enggak Sekedar Matematika DKK

Belajar

belajar mungkin bagi sebagian pelajar hanyalah persoalan mengenai matematika,IPA,IPS,dan kawan-nya. namun, ternyata belajar yang sebenarnya adalah belajar kehidupan atau bisa disebut belajar membangun kehidupan.Terkadang orang tua hanay mementingkan nilai UN ataupun UNAS padahal arti pasca sekolah (kuliah ataupun bekerja) nilai UNAS tidak banyak membantu meklainkan yang membantu salah satunya adalah 

  • ILMU SOSIAL
         yakni ilmu yang dipelajari secara tidak formal, melainkan tentang reaksi kita sehari hari dengan                      lingkungan
  • ILMU MANAGEMENT
        ini juga salah satu ilmu yang dipelajari bukan dari pelajaran formal melainkan dari pengalaman yang               kamu dapatkan dari hidupmu
  • Dan Lainya
        maaf adminya gak bisa memberi lebih komplit kerena lagi capek habis ekspedisi malem tapi kuncinya untuk belajar itu semua yang paling mudah adalah  

Masuk Sekolah Asrama

kenapa sekolah berasrama ?
karena setiap hari kalian bersama trus juga ilmu2 trsbt akan langsung kalian praktekan